Senin, 29 Juni 2015

ANTARA 9 MIMPI NABI MUHAMMAD SAW

Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:
“Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan…. ….”
1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.
2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyeksakan, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.
3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.
4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikat Ahzab,tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.
5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya, ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.
6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan- kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil kekumpulanku seraya duduk disebelahku.
7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang – benderang.
8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidakpun membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.
9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya,maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

Minggu, 28 Juni 2015

Empat Tingkatan Dzikir Menurut Imam al-Ghazali


Jika ikan diibaratkan sebagai manusia, maka dzikir adalah airnya. Tanpa dzikir, manusia tak akan bisa hidup dengan baik, bahkan mati. Persis seperti matinya ikan jika tidak berada di dalam habitat air. Maka, kebutuhan manusia terhadap dzikir, sejatinya jauh lebih agung dari kebutuhan manusia kepada makan dan minum yang batas dominannya hanya kebutuhan fisik. Sayangnya, banyak yang lalai dan tak menyadari hal ini dengan baik.
Imam al-Ghazali sang Hujjatul Islam yang menulis Ihya’ ‘Ulumuddin nan monumental itu, membagi dzikir menjadi empat tingkatan. Masing-masing tingkatan memiliki ciri khas dan dihuni oleh orang dengan kualitas dzikir yang berbeda.
1. Tingkatan Shiddiqin
Mereka adalah kaum beriman yang tenggelam dalam ingatannya kepada Allah Ta’ala. Yang ada di pikiran dan hatinya hanyalah Allah Ta’ala. Maka, ia bebas dari jeratan dunia, nafsu, dan syahwat yang membinasakan. Mereka hanya membutuhkan dunia untuk sesuatu yang benar-benar darurat dan sesuai kebutuhannya, tidak berlebih-lebihan.
“Tidak akan sampai pada tingkatan ini,” tutur Imam al-Ghazali, “kecuali setelah seseorang menempuh riyadhah dan kesabaran dalam menjauhi hawa nafsu dalam waktu yang teramat lama.”
2. Tingkatan Haalikin
Mereka adalah orang-orang yang binasa. Mereka ditenggelamkan oleh kebutuhan dan segala hal terkait duniawi. Yang ada dipikirannya adalah dunia, harta, tahta, wanita, dan perhiasan nan melenakkan lainnya.
Alhasil, “Tak ada lagi kesempatan mengingat Allah Ta’ala, kecuali bisikan yang melintas di pikirannya.” Jika pun mereka melakukan dzikir dengan lisan, lanjut Imam al-Ghazali, “Ianya tidak dihayati oleh hati.”
3. Cenderung pada Agama
Kelompok ini memiliki kecenderungan yang sama; antara ingat kepada dunia dan akhirat (terkait agama). Hanya saja, ingatan mereka kepada agama lebih sering mendominasi. Dan karenanya, porsi dunia pun lebih sedikit, tetapi tetap ada.
Kelak, menurut Imam al-Ghazali, “Mereka akan diselamatkan, tetapi tergantung pada seberapa besar dan seringnya mereka dalam mengingat Allah Ta’ala.”
4. Cenderung pada Dunia
Inilah kebalikan dari golongan ketiga. Mereka memikirkan dunia dan agama. Tetapi dunia lebih memenuhi pikiran dan hatinya. Alhasil, dzikir kepada Allah Ta’ala pun tersingkirkan. Meski tidak hilang seutuhnya.
Sebab itulah, “Mereka akan tinggal di dalam neraka dalam waktu yang sangat lama.” Meskipun kelak, entah kapan, akan dikeluarkan dari neraka karena mereka masih mengingat Allah Ta’ala dalam beberapa masa hidupnya.
Tentu, kita berharap agar Allah Ta’ala kurniakan kekuatan sehingga kita layak menghuni tingkatan shiddiqin. Meski, kita memahami bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang mudah digapai. Allah… Allah… Allah…

Jumat, 26 Juni 2015

HATI - HATI


Tak pernaku bermimpi menjadi temanmu, Apa lagi menjadi kekasih hatimu, namun mata itu, iya 
mata itu membuat hati ini terpikat dalam hatimu tanpaku sadari, namamu sudah terpampang rapi dalam singasana cintaku, mungkinkah ini yang di sebut dengan jangan membenci sangat amatbenci dan jangan mengharap sangat amat harap,.

Harapanku, kukuharap kau mengharapkan seperti harapanku, yakni; "Cintamu dan Cintaku mengharap ridho-Nya tuk menuju keluarga sakina mawadha warahma serta menggapai Jan'nah yang di janjikan oleh-Nya.

Kamis, 25 Juni 2015

Beberapa Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

1. Syahrullah, artinya Bulan Allah
2. Syahrul Qur'an, yaitu Bulan yang didalamnya diturunkan Al Qur'an (Q,s. Al Qadar :1-5)
3. Syahrush Shabri, yaitu Bulan Kesabaran, dimana dibulan ini untuk mendidik dan melatih setiap muslim untuk bersabar.
4. Syahrul Jud, yaitu Bulan Keikhlasan, bulan keikhlasan untuk memperbanyak shodaqoh dan memberi pertolongan kepada orang lain yang membutuhkan
5. Syahrur Rahmah, yaitu Bulan Rahmat dimana dalam bulan ini Allah banyak melimpahkan rahmat kepada hamba-Nya
6. Syahrun Najah, Bulan Pembebasan, yaitu bulan dibebaskannya dari azab Neraka
7. Syahrul Tilawah, yaitu Bulan untuk memperbanyak Tilawah Al Qur'an karena pada bulan ini pahalanya berlipat-lipat
8. Syahrul 'Id, bulan untuk kembali ke Fitrah yakni bulan pengantar dan pembersih jiwa manusia kembali ke Fitrahnya

Selasa, 23 Juni 2015

Dahsyatnya Berdoa Sebelum Waktu Buka Puasa

Kita sering kali kecolongan, waktu berbuka puasa malah kita pergunakan untuk sibuk mempersiapkan hidangan takjil, dari mulai kolak sampai es buah. Padahal justru pada waktu inilah terdapat waktu mustajab untuk berdoa.
“Berkata Rasulullah saw: Terdapat tiga kaum yang doanya tidak akan ditolak: imam yang adil, orang yang puasa sampai dia berbuka, dan orang yang teraniaya.” (Hadits Riwayat Abu Hurairah ra)
Saat-saat sebelum berbuka puasa semestinya kita jadikan momen yang tepat untuk meminta ampunan, dan meminta segala macam permintaan pada Allah, sesungguhnya Ia Maha Mendengar dan Mengabulkan segala permintaan. Hanya orang sombong lah yang enggan meminta dan berdoa pada-Nya.
“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)
Nah, mulai saat ini mari kita merendahkan hati dan khusyu' berdoa di saat-saat menjelang berbuka puasa, jangan biarkan diri kita disibukkan dengan urusan hidangan takjil semata, yang membuat kita banyak kecolongan waktu terdahsyat untuk berdoa.

Minggu, 21 Juni 2015

Beberapa Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Muslimah Berkaitan dengan Perawatan Kecantikan

Seperti kita ketahui wanita hari ini tidak lagi sama dengan wanita-wanita terdahulu. Kebanyakan dari wanita sekarang memiliki pekerjaan dan karir yang tak kalah tingginya dengan kaum lelaki. Karena itu mereka sangat memberikan perhatian terhadap penampilan, kesehatan dan kecantikan. Untuk itu kebutuhan mereka akan perawatan badan semakin meningkat, mulai dari perawatan dari ujung kaki sampai ke ujung rambut. Maka tidak heran jika salon-salon dan spa semakin menjamur.
Selain itu, karena aktifitas yang padat dan tuntutan peran yang tinggi, menyebabkan para muslimah tidak sempat lagi melakukan perawatan kecantikan di rumah. Maka pilihannya adalah melakukan perawatan kecantikan di salon atau spa. Hal ini juga digunakan sebagai momen meluangkan waktu sejenak untuk rileks dan menyegarkan pikiran. Dengan tubuh dan pikiran kembali segar.
Hal ini pun juga diikuti oleh muslimah masa kini. Muslimah pun tidak mau kalah dalam hal mempercantik diri. Semua itu tentu nya boleh-boleh saja. Islam tidak melarang kaum wanita untuk melakukan perawatan kecantikan yang penting tidak melewati batasan aturan dalam agama islam. Beberapa hal penting diperhatikan oleh muslimah adalah apakah produk kecantikan yang digunakan itu halal atau tidak dan juga kelengkapan salon atau spa apakah memenuhi kebutuhan sesuai aturan Islam atau tidak.
Mengenai tata ruangan tentunya spa yang digunakan oleh muslimah harus terpisah dan berhijab dari kaum lelaki. Begitu juga dengan pelayan dalam spa atau salon tersebut juga harus perempuan semuanya.
Meskipun melakukan perawatan kecantikan di spa atau salon boleh-boleh saja, tapi ada beberapa ketentuan atau aturan yang tidak boleh dilakukan berkaitan dengan perawatan kecantikan ini yaitu:
1.Mewarnai rambut dengan warna hitam
2.Bercampur baur antara lelaki dan perempuan
3.Tidak menutup aurat
4.Mencukur alis
5.Produk kecantikan yang digunakan mengandung bahan-bahan yang tidak halal
6.Dilayani oleh pegawai lelaki misal potong rambut dengan pegawai lelaki
7.Menyambung rambut
8.Melewatkan waktu sholat
Jadi, boleh-boleh saja jika ingin melakukan perawatan kecantikan di salon, spa atau pusat perawatan kecantikan lainnya. Tapi hal-hal di atas harus diperhatikan agar kita tidak melanggar ketentuan agama demi kecantikan. Semoga bermanfaat.

☆ Surat Cinta Tentang Sholat ☆

♡ Bila engkau anggap solat itu
hanya penggugur kewajiban, maka
kau akan terburu-buru
mengerjakannya.
♡ Bila kau anggap solat hanya
sebuah kewajipan, maka kau tak
akan menikmati hadirnya Allah
saat kau mengerjakannya..
♡ Anggaplah solat itu pertemuan
yang kau nanti dengan Tuhanmu.
♡ Anggaplah solat itu sebagai
cara terbaik kau bercerita dengan
Allah swt.
♡ Anggaplah solat itu sebagai
kondisi terbaik untuk kau berkeluh
kesah dengan Allah swt.
♡ Anggaplah solat itu sebagai
seriusnya kamu dalam bermimpi.
♡ Bayangkan ketika "azan
berkumandang", tangan Allah
melambai ke depanmu untuk
mengajak kau lebih dekat dengan-
Nya.
♡ Bayangkan ketika kau" takbir",
Allah melihatmu, Allah senyum
untukmu dan Allah bangga
terhadapmu.
♡ Bayangkanlah ketika "rukuk",
Allah menopang badanmu hingga
kau tak terjatuh, hingga kau
rasakan damai dalam sentuhan-
Nya.
♡ Bayangkan ketika "sujud", Allah
mengelus kepalamu. Lalu Dia
berbisik lembut di kedua
telingamu: "Aku Mencintaimu
hambaKu".
♡ Bayangkan ketika kau "duduk di
antara dua sujud", Allah berdiri
gagah di depanmu, lalu
mengatakan : "Aku tak akan diam
apabila ada yang mengusikmu".
♡ Bayangkan ketika kau memberi
"salam", Allah menjawabnya, lalu
kau seperti manusia berhati bersih
setelah itu...
Subhanallah sungguh nikmat solat
yg kita lakukan.
Allahu Akbar

Inilah Perkara Yang Sering Di Lalaikan Wanita Muslimah

Pertama: Mewarnai kuku dengan pacar
عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – قَالَتْ أَوْمَتِ امْرَأَةٌ مِنْ وَرَاءِ سِتْرٍ بِيَدِهَا كِتَابٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَبَضَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يَدَهُ فَقَالَ « مَا أَدْرِى أَيَدُ رَجُلٍ أَمْ يَدُ امْرَأَةٍ ». قَالَتْ بَلِ امْرَأَةٌ. قَالَ « لَوْ كُنْتِ امْرَأَةً لَغَيَّرْتِ أَظْفَارَكِ ». يَعْنِى بِالْحِنَّاءِ.
Dari Aisyah, “Ada seorang perempuan menyodorkan sebuah surat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari balik tirai. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menarik tangan beliau sambil berkata, ‘Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki ataukah tangan perempuan’. Perempuan tersebut menjawab, ‘Bahkan tangan perempuan’. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau memang perempuan tentu engkau akan mewarnai kukumu” yaitu dengan pacar (HR Abu Daud no 4166, dinilai hasan oleh al Albani).
Sangat disayangkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini telah ditinggalkan berganti dengan mewarnai kuku yang panjang dengan kuteks, mirip sudah dengan perempuan-perempuan kafir.
Kedua: Memanjangkan ujung kain bagi perempuan
عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ أَبِى عُبَيْدٍ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حِينَ ذَكَرَ الإِزَارَ فَالْمَرْأَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « تُرْخِى شِبْرًا ». قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ إِذًا يَنْكَشِفُ عَنْهَا. قَالَ « فَذِرَاعًا لاَ تَزِيدُ عَلَيْهِ ».
Dari Shafiyah binti Abu Ubaid, beliau bercerita bahwa Ummi Salamah, istri Nabi berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau membicarakan larangan isbal (celana di bawah mata kaki, ed) bagi laki-laki, “Bagaimana dengan perempuan, wahai Rasulullah?”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaknya perempuan memanjangkan ujung kainnya sebanyak sejengkal (dari mata kaki)”. Ummu Salamah berkata, “Jika demikian, ada bagian tubuh perempuan yang masih mungkin untuk tersingkap”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika demikian, ditambahkan satu hasta (dua jengkal)-dari mata kaki-tapi tidak boleh lebih dari itu” (HR Abu Daud no 4117, dinilai shahih oleh al Albani).
Ini adalah suatu sunnah Nabi yang telah ditinggalkan oleh banyak muslimah bahkan meski sudah bertahun-tahun komitmen dengan jilbab.
Ketiga: Betah di rumah
Di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki.
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
Yang artinya, “Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kaliandan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS al Ahzab:33).
Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Hendaklah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar rumah kecuali karena ada kebutuhan”.
وذكر أن سودة قيل لها: لم لا تحجين ولا تعتمرين كما يفعل أخواتك ؟ فقالت: قد حججت واعتمرت، وأمرني الله أن أقر في بيتي.
قال الراوي:فوالله ما خرجت من باب حجرتها حتى أخرجت جنازتها.
Disebutkan bahwa ada orang yang bertanya kepada Saudah -istri Rasulullah-, “Mengapa engkau tidak berhaji dan berumrah sebagaimana yang dilakukan oleh saudari-saudarimu (yaitu para istri Nabi yang lain, pent)?” Jawaban beliau, “Aku sudah pernah berhaji dan berumrah, sedangkan Allah memerintahkan aku untuk tinggal di dalam rumah”. Perawi mengatakan, “Demi Allah, beliau tidak pernah keluar dari pintu rumahnya kecuali ketika jenazahnya dikeluarkan untuk dimakamkan”. Sungguh moga Allah ridha kepadanya. (Tafsir al Qurthubi ketika menjelaskan ayat di atas).
Ibnul ‘Arabi bercerita, “Aku sudah pernah memasuki lebih dari seribu perkampungan namun aku tidak menjumpai perempuan yang lebih terhormat dan terjaga melebihi perempuan di daerah Napolis, Palestina, tempat Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api. Selama aku tinggal di sana aku tidak pernah melihat perempuan di jalan saat siang hari kecuali pada hari Jumat. Pada hari itu para perempuan pergi ke masjid untuk ikut shalat Jumat sampai masjid penuh dengan para perempuan. Begitu shalat Jumat berakhir mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan aku tidak melihat satupun perempuan hingga hari Jumat berikutnya” (Tafsir al Qurthubi ketika menjelaskan al Ahzab:33).
عن عبد الله : عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : إن الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ و أقرب ما تكون من وجه ربها و هي في قعر بيتها
Dari Abdullah, dari Nabi beliau bersabda, “Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya” (HR Ibnu Khuzaimah no 1685, sanadnya dinilai shahih oleh al Albani).
Keempat: Perempuan ketika keluar rumah tidak mengenakan minyak wangi
عَنْ أَبِى مُوسَى عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِىَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِى زَانِيَةً ».
Dari Abu Musa, dari Nabi, “Semua mata yang melihat hal yang terlarang itu telah berzina. Perempuan yang memakai wewangian lalu melalui sekelompok laki-laki yang sedang duduk-duduk maka perempuan tersebut adalah demikian dan demikian yaitu pelacur” (HR Tirmidzi no 2786, dinilai hasan oleh al Albani).
عَنِ الأَشْعَرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ ».
Dari al Asy’ari, Rasulullah bersabda, “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur” (HR Nasai no 5126, dinilai hasan oleh al Albani).
عن يحيى بن جعدة أن عمر بن الخطاب خرجت امرأة على عهده متطيبة فوجد ريحها فعلاها بالدرة ثم قال تخرجن متطيبات فيجد الرجال ريحكن وإنما قلوب الرجال عند أنوفهم اخرجن تفلات
Dari Yahya bin Ja’dah, “Di masa pemerintahan Umar bin Khatab ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, Umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka Umar pun memukulinya dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata, “Kalian, para wanita keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?!! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian” (HR Abdurrazaq dalam al Mushannaf no 8107).
عن بن جريج عن عطاء قال كان ينهى أن تطيب المرأة وتزين ثم تخرج
Dari Juraij, Atha, seorang tabiin, melarang wanita yang hendak keluar rumah untuk memakai wewangian dan berdandan (Riwayat Abdur Razaq no 8108).
عن إبراهيم قال طاف عمر بن الخطاب في صفوف النساء فوجد ريحا طيبة من رأس امرأة فقال لو أعلم أيتكن هي لفعلت ولفعلت لتطيب إحداكن لزوجها فإذا خرجت لبست أطمار وليدتها قال فبلغني أن المرأة التي كانت تطيبت بالت في ثيابها من الفرق
Dari Ibrahim, Umar (bin Khatab) memeriksa shaf shalat jamaah perempuan lalu beliau mencium bau harum dari kepala seorang wanita. Beliau lantas berkata, “Seandainya aku tahu siapa di antara kalian yang memakai wewangian niscaya aku akan melakukan tindakan demikian dan demikian. Hendaklah kalian memakai wewangian untuk suaminya. Jika keluar rumah hendaknya memakai kain jelek yang biasa dipakai oleh budak perempuan”. Ibrahim mengatakan, “Aku mendapatkan kabar bahwa perempuan yang memakai wewangian itu sampai ngompol karena takut (dengan Umar)” (Riwayat Abdur Razaq no 8118). Hanya Allah yang memberi taufik.

MERANTAULAH

Orang pandai dan beradab tTAK KAN DIAM DI KAMPUNG HALAMAN...
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, MANISNYA HIDUP terasa setelah LELAH BERJUANG.
Aku melihat air yang diam MENJADI RUSAK karena DIAM TERTAHAN
Jika mengalir menjadi JERNIH jika tidak dia 'kan KERUH menggenang
Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan SARANG
Anak panah jika TIDAK TINGGALKAN BUSUR tak kan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya TAK BERGERAK dan TERUS DIAM
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan MENUNGGU saat munculnya datang
Biji emas bagai TANAH BIASA sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia RAMAI MEMPEREBUTKAN
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi INCARAN HARTAWAN

Imam Asy Syafi'i Rahimahullah

Jumat, 19 Juni 2015

5 Adab Puasa

1. Makan Sahur dan Mengakhirkannya
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda, “Bersahurlah kalian, sesungguhnya di dalam makan sahur itu mengandung keberkahan.” (HR. Bukhari, no. 1923)

Dalam hadits Zaid bin Tsabit dari Anas bin Malik mengatakan, “Kami makan sahur bersama Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, setelah itu dilaksanakan shalat. Lantas aku bertanya kepada Zaid bin Tsabit, “Berapa jeda antara adzan dan makan sahur?” Zaid bin Tsabit menjawab, “Sekitar lima puluh ayat.” (HR. Bukhari, no. 1921)

2. Menyegerakan Berbuka
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari, no. 1957)

3. Mengawali berbuka dengan kurma atau beberapa teguk air
Anas bin Malik mengatakan, “Sebelum shalat (maghrib) Nabi berbuka dengan beberapa butir ruthab (kurma basah), apabila tidak ada ruthab, beliau berbuka dengan beberapa tamr (kurma kering). Dan apabila tidak ada tamr, beliau minum beberapa teguk air.” (HR. at-Tirmidzi, no. 692)

4. Berdoa ketika Berbuka
Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi kala berbuka membaca :

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah.” (HR. Abu Dawud, no. 2357)

5. Menjauhi perbuatan haram dan sia-sia
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah ta'ala tidak membutuhkan (puasanya berupa) meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari, no. 1903)

• Mari jadi orang baik dan benar •

• Jaga iman - Dirikanlah shalat - Jaga akhlak - Jaga kesehatan - Tutuplah aurat •

Rabu, 17 Juni 2015

4 ucapan yang paling disukai Allah Taala & ganjarannya amat besar!


1) Barangsiapa membaca LA
ILAHA ILLALLAH, maka
sesungguhnya Allah menuliskan
bagi setiap satu perkataan itu 20
kebaikan serta menghapuskan
20 keburukan (dosa).
2) Barang siapa membaca
ALLAHU AKHBAR, maka
sesungguhnya ia menunjukkan
keagungan Allah dan dituliskan
bagi mereka yang membacanya
20 kebaikan, menghapuskan 20
keburukan (dosa).
3) Barangsiapa membaca
SUBHAANALLAH, maka Allah
menuliskan baginya 20 kebaikan
serta menghapuskan 20
keburukan (dosa).
4) Barangsiapa membaca
ALHAMDULILLAH, maka
sesungguhnya ia adalah pujian
bagi Allah. Allah menulis baginya
dengan perkataan tersebut 30
kebaikan dan menghapuskan 30
keburukan (dosa).
Silakan amalan Ringan ini
diamalkan setiap saat..

Senin, 15 Juni 2015

MARHABAN YAA RAMADHAN 1436 H

Bila hidup tanpa pedoman
Bulan Ramadhan kita jadikan
Tempat diri perteguh iman...
Tak lupa salah mohon dimaafkan..
Andai masih takut kehujanan
Juga takut panasnya siang...
Mengapa tidak takut balasan
Bila puasa sengaja diabaikan...
Negeri Melayu adat terpandang
Syariat Islam jadi pegangan
Kini Ramadhan mulai menjelang
Salah dan khilaf mohon di maafkan
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا


كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Selamat Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1436 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin :-)

Minggu, 14 Juni 2015

CUKUPLAH AKU MENCINTAI DALAM DIAM

Kalau kita sukakan seseorang,
jangan beritahu si dia.
Nanti Allah kurangkan rasa cinta padanya.
Tapi luahkan pada Allah,
beritahulah Allah.
Allah Maha mengetahui siapa jodoh kita ..

Cintai Dia Dalam Diam,
Dari Kejauhan Dengan Kesederhanaan & Keikhlasan
Jika benar cinta itu kerana ALLAH maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran ALLAH kerana hakikatnya ia berhulu dari ALLAH maka ia pun berhilir hanya kepada ALLAH
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran ALLAH."
(Adz Dzariyat : 49)
Tetapi jika kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah, berdoalah & berpuasalah
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji.
Dan suatu jalan yang buruk."
(Al Israa' : 32 )
Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang,
Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya & Dia telah menciptakan sseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.
Ketika kau merasa bahawa kau mencintai seseorang,
namun kau tahu cintamu tak terbalas
Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu & Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu
Cukup cintai dalam diam
bukan kerana membenci hadirnya
tetapi menjaga kesuciannya
bukan kerana menghindari dunia
tetapi meraih syurga-NYA
bukan kerana lemah untuk menghadapinya
tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus & menyelusup
Cukup cintai dari kejauhan
kerana hadirmu tiada kan mampu menjauhkan dari ujian
kerana hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan
kerana mungkin membawa kelalaian hati-hati yang terjaga
Cukup cintai dengan kesederhanaan
Memupuknya hanya akan menambah penderitaan
menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan
Cintailah dengan keikhlasan
Kerana tentu kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib diingini oleh hati
tetapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi..??
".. boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.
ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(Al Baqarah : 216 )
Jangan memberi harapan pada yang belum pasti,
kelak ada insan yang bakal dilukai,
Jangan menaruh harapan pada yang belum tentu dimiliki,
nanti hati yang kecewa sendiri.
Sebaliknya,
gantunglah segenap pengharapanmu kepada Yang Maha Memberi,
nescaya dirimu tak sesekali dizalimi,
kerana Dia mendengar pengharapanmu setiap kali & Dia menunaikannya dgn cara-Nya yang tersendiri
Cukup cintai dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan & keikhlasan
Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan
mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan
Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan
serahkan rasa itu pada Yang Memberi dan Memilikinya
biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya
"Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga."
(Umar Ibnu Khattab r.a)






''SUAMI BERKIBLAT SYURGA''

Duhai Akhi,seorang lelaki yang dibutuhkan wanita ialah seorang lelaki sholeh.
Yang ketika berada di dekatnya ia merasakan kedamaian..
Batinnya terasa tentram.
Mampu menghapus airmata kesedihannya.
Menjadi Nahkoda yang baik dalam mengarungi samudra kehidupan
hingga bersandar pada
pelabuhan syurga-NYA..

Untukmu Suami,engkau adalah imam dalam keluarga.
Ibarat kapal,engkau adalah nahkodanya,anak dan istrimu sebagai penumpangnya..
Mereka akan mengikuti
kemanapun engkau berlabuh.
Maka labuhkanlah kapalmu di lautan firdaus-NYA,..
Dengan keimanan dan
ketaqwaanmu..
Untuk itu dari sekarang
belajarlah ilmu agama yang banyak tuk
dijadikan bekal dalam berlabuh nanti.
Jadilah seorang lelaki yang mampu membimbing wanita
yang dicintainya menuju
Nur Jannah Illahi..
Ia menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pegangan hidupnya..
Ia memuliakan serta lembut terhadap wanita dan anak-anaknya..
Tegas dalam aqidah,bijak
dalam bersikap,..
Ia lah pembimbing penuntun dunia dan akhirat..
Semoga semua lelaki disini menjadi lelaki berkiblat syurga..
Dan Semoga kita sebagai Wanita  mendapatkan lelaki semacam itu.

Amin Ya Rabaallamin...

Sabtu, 13 Juni 2015

KISAH "AINUL MARDHIAH " BIDADARI TERCANTIK DI SURGA



Kisah Ainul Mardhiah diceritakan dalam Hadits Nabi riwayat Tirmidzi. 
Setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan di hati.

Ketika pagi hari di bulan Ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berjihad) kepada pasukan Islam. 
Nabi pun bersabda, "Sesungguhnya orang yang mati syahid karena Allah, maka Allah akan menganugerahkannya Ainul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga". 

Salah satu sahabat yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada Nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardhiah.

Waktu Zuhur sebentar lagi, sesuai sunah Rasul, para sahabat dipersilakan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. 
Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi.

Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sangat indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, "Di manakah ini?"
"Inilah surga.", jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini bertanya lagi, "Apakah Anda Ainul Mardhiah?".
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. 
Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang beristirahat di bawah pohon yang rindang itu."
Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan saya ini penjaganya. 
Kalau Anda ingin bertemunya di sanalah singgasananya."

Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailah ke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelap perhiasan. 
Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini. 
Jika Anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu."
Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu. 
Pemuda itu pun bertanya."Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Ya, benar saya Ainul Mardhiah"
Pemuda itu pun mendekat, 
tetapi Ainul Mardhiah menghindar dan berkata, "Anda bukan seorang yang mati syahid."

Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya. 
Dia pun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid.

Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun akhirnya mati syahid.
Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. 
Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, "Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah".

Semoga bermanfaat


(HR TIRMIDZI)

Rabu, 10 Juni 2015

Hikmah Puasa Itu Berkumpul Dengan Keluarga


Sebagai anak perantauan, saat yang paling membuat kita rindu dengan keluarga adalah saat di perantauan jauh dengan keluarga di Bulan Ramadhan.  Awal menjadi anak perantaun rasa ingin pulang, kangen rumah yang sangat mendalam itu muncul. Rasa yang mendebar ingin pulang itu sering disebut homesick.
Pada Bulan Ramadhan kali ini, yang sedang jauh dengan orang tua apakah itu sedang mencari ilmu, sekolah, kuliah, mondok atau pun kerja. Ingatkah kalian masa-masa yang paling indah saat Bulan Suci Ramadhan seperti berkumpul dengan keluarga?
Biasanya, setiap orang mempunya tradisi menyambut bulan Ramadhan bersama keluarga dan orang tua. Seperti diriku, moment dan tradisi yang seringkali keluarga kami lakukan bersama saudara-saudara adalah bersih-bersih rumah. Membersihkan rumah, menata ruangan, menyapu halaman dan lain-lain. Setiap 1 tahun sekali tradisi itu dilakukan menjelang puasa atau menjelang lebaran. Moment bahagia lainya tentu adalah saat berbuka puasa bersama keluarga besar sambil bercerita kehidupan dan pengalaman hidup. Kebersamaan dengan keluarga itu adalah moment-moment yang sangat diriku senangi setiap kali bulan Ramadhan datang. Karena  dengan berkumpul dengan keluarga itu menurutku berkah setiap bulan puasa datang.
Berkumpul bersama keluarga dan orang tua bagi keluarga kami adalah Hikmah Puasa yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Karena, kami 9 bersaudara selama ini sedang terpisah jarak dan waktu selama hari biasa. Tangerang tempatku menimba ilmu, Cipinang merupakan tempat tinggal Kakak pertama dan 8 orang lainnya di Ambon.  Kami semua jarang berkumpul kecuali kala Ramadhan itupun cuma 8 orang karna Kakak pertama ikut suaminya.
Seperti hal nya lagu dalam film lama yaitu “keluarga Cemara” Seperti berikut : “Harta yang paling berharga adalah keluarga, istana yang paling indah adalah ''KE..LU…AR…GA.” Tentu semua setuju bukan kalau saat waktu memisahkan, jarak menjadi penghalang. Pertemuan adalah segalanya dan itu semua terjadi ketika bulan Ramadhan telah datang.  Sebuah pertemuan di bulan ramadhan adalah quality time bersama keluarga. Karena menjadi kebiasaan dan keluarga kami setiap bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri seluruh anggota keluarga akan pulang dan berkumpul bersama keluarga.
Aku merindukan masa-masa itu berkumpul dengan keluarga, walau 2 kali puasa 2 kali lebaran tidak berkumpul dengan keluarga pertanyaan yang sama akan diajukan setiap kami berkumpul dengan keluarga yaitu pertanyaan“kapan lulus?,  kapan nikah?” hehehe semua itu akan menjadi pertanyaan yang akan semakin menarik saat diiringi dengan kebersamaan keluarga dan Orang tua.
Karena dukungan doa dan semangat keluarga hari ini kita ada. Saat ini, Ibu dan bapak adalah orang tua yang masih aku punya…rindu belai kasihnya, hangat mesra kasih sayang sentuhanya, didekatnya inginku menjadi kembali kecil dan manja lagi denganya. Ibu seorang yang saat kita sakit dia selalu ada, saat kedinginan dia memberikan selimut kehangatan itu. Saat sahur membangunkan kita tanpa lelah, menyiapkan makan sahur walau kita masih terlelap tidur.
Banyak yang kita lupa seiring berjalan waktu, lupa akan hangat pelukanya, lupa akan sentuhanya yang membuat kita nyaman, lupa akan segala nasehatnya, dan lupa akan perhatianya.
Tapi sekarang, saat kau di perantauan apakah yang bisa kau lakukan? Apakah uang mampu membeli waktu bersama? Apakah materi, mobil, rumah bisa membeli hal yang sangat penting yaitu kebersamaan keluarga? Terlalu banyak yang Ibu dan orang tua berikan kepada kita namun terlalu sedikit kesempatan untuk membalasnya.
Ibu dan bapak membutuhkanmu, anak yang di doakan setiap sehabis sholatnya, anak yang dibesarkan dan tumbuh dewasa. Uang bukan lagi yang dia mau tapi kamu…iya kamu sentuhan dan melihat wajahmu adalah yang dia mau. Jadi, aku yang sedang dalam perantauan kapankah aku akan pulang dan kapankah kamu pulang?
Kalau tidak sekarang….kapan lagi? sebelum waktu itu benar-benar tiba dan akan sia-sia kamu merantau selama ini.
Selama kamu masih diberi kesempatan, ciptakanlah moment–moment bahagia bersama keluarga, mumpung kita masih diberi waktu, mumpung kita masih punya tenaga dan masih dipertemukan dengan bulan penuh hikmah yaitu bulan Ramadhan
Jadi, bagiku hikmah puasa  itu adalah bisa berkumpul dengan keluarga dan aku ingin menciptakan momen-moment bahagia bersama keluarga tapi apa daya. Begitu pula dengan kamu kan? Let’s ciptakan moment bahagia bersama keluarga dan orang tua kalian sekarang juga….
Apa yang ingin kalian lakukan di bulan puasa ini, bersama keluarga dan orang tua kalian?

Senin, 08 Juni 2015

RENUNGAN : setelah sholat Maghrib


(1) Kehilangan adalah cara terbaik untuk bersyukur, namun jauh lebih baik bersyukur karena tidak kehilangan.
(2) Mengambil hak orang lain sama seperti meminum air laut, semakin diminum akan semakin haus dan
Anda akan ketagihan.
(3) Bagi orang sukses, bangkrut itu adalah bagaikan membayar uang kuliah, krisis adalah merupakan
peluang, sedangkan hinaan dan cemoohan bagaikan cambuk dan
motivasi.
(4) Saat berada jauh orang akan merindukan rumah, saat di rumah orang bisa hampir mati krn bosan. Manusia kadang sulit untuk
menghargai apa yang didekatnya.
(5) Lihatlah ke atas untuk berdoa dan belajar, lihatlah ke bawah untuk kita bisa bersyukur, dan lihatlah sekelilingmu untuk berhati-hati.
(6) Hanya melalui kesulitanlah,
manusia mau berdoa dan menengadahkan tangannya kepada Tuhan.
(7) Hidup sama seperti permainan
catur, Tuhan akan bergerak menunggu giliran Anda untuk
menggerakan pion pertama artinya Tak akan ada Hasil apapun
bila Anda tidak memulainya.
(8) Kebenaran itu punya jalannya sendiri dan tidak perlu dibela, karena suaranya jauh lebih keras dari pembelaan itu sendiri.
(9) Malam bukan hanya milik rasa letih, tapi juga milik rasa syukur atas kekuatan yang Tuhan berikan
untuk menjalani hari ini.
(10) Kalah adalah kesempatan untuk beristirahat dan dari
kemenangan kecil kita bisa mempersiapkan diri untuk bisa
menyambut kemenangan yang lebih besar.
(11) Satu fakta yang setiap orang harus tahu adalah bahwa masalah sangat takut dengan senyuman,
maka hadapilah masalah sebesar
apapun dengan senyuman.
(12) Dalam sejarah selalu saja ada seorang tokoh yang berhasil mengalahkan kemustahilan, pastikan saja itu termasuk diri Anda!

Rabu, 03 Juni 2015

10 Macam Manusia Yang Ditertawakan Syaitan


1]  Orang yang baru sembuh dari sakit keras/kronis, tapi tidak tambah baik kelakuannya dan tidak meningkat juga iman dan amal ibadatnya.
2] Orang nyang baru keluar dari penjara, tapi tidak tambah baik kelakuannya dan tidak meningkat juga iman dan 'amal ibadahnya.
3] Orang nyang baru bebas dari fitnah/musibah yang berat, tapi tidak tambah baik kelakuannya dan tidak meningkat juga iman dan 'amal ibadahnya.
4] Orang yang telah menunaikan ibadah haji, tapi tidak tambah baik kelakuannya tapi malah kikir bin bakhil.
5] Orang yang keluar dari bulan Ramadhan atau orang yang baru selesai berpuasa, tapi tidak bertambah baik kelakuannya malah bikin dosa baru setelahnya.
6] Orang yang merasa sudah bisa bersyukur kepada Allah (dan atau sering mengucapkan "alhamdulillah"), tapi tidak mampu membalas kebaikan orang lain.
7] Orang yang mengaku sudah mampu bersabar, tapi tidak mampu membalas kejahatan dengan kebaikan.
8] Orang yang pernah menolong orang lain, tapi kemudian suka sekali menyebut-nyebut, nge-bangkit-bangkit pertolongannye kembali.
9] Orang yang sering menunjukkan dan  menceritakan aib dan dosa diri sendiri, serta aib dan dosa orang lain.
10| Orang yang sibuk memperindah rumahnya dan sibuk membersihkan rumahnya dari sampah,
tikus, kecoa, semut, nyamuk, dll ... tapi tidak serius mempersiapkan rumah masa depannya (kuburan)
... membiarkan rumahnya yang asli (kubur) nanti dikeroyok kecoa, semut, cacing, kelabang, tikus, belatung, dan binatang-binatang tanah lainnya
Beramalah selagi masih ada kesempatan sebelum
datang kesempitan itu [kematian].

BACAAN DZIKIR PAGI DAN PETANG

  اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ       *A'uudzu billaahi minas...