Selasa, 29 Maret 2016

12 Sebab Kenapa Harus Selalu Peluk Anak


Sebuah pelukan adalah bentuk afeksu yang paling efektif untuk mengekspresikan rasa kasih sayang kepada anak, jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan sebuah hadiah atau pemberian.
Sebuah pelukan (terlebih yang dilakukan dengan penuh perasaan) akan dapat memberikan rasa aman, nyaman, hangat, tenang dan tentram pada anak-anak.
Sebuah pelukan juga mempengaruhi munculnya perasaan penuh kasih saying untuk diberikan kepada sesama.
Anak-anak yang mendapat pelukan dari orangtua akan membantu membentuknya menjadi pribadi yang punya rasa empati tinggi.
Ajaibnya Pelukan Seorang Ibu
  1. Ia menyehatkan jiwa dan tubuh. Pelukan meningkatkan self esteem dan berupaya mendorong lebih baik daripada nasehat.
  2.   Ia mampu menyembuhkan hati yang terluka. Hanya dengan kekuatan pelukan, ia mampu sampai ke dasar hati. Pelukan adalah cara terbaik membujuk anak dan menetramkan hatinya.
  3. Ia menguatkan system imun. Sentuhan yang tepat merangsang kelenjar tymus yang mana akan merangsang produksi sel darah putih, komponen utama system pertahanan tubuh manusia. Jadi selalulah peluk anak yang sakit.
  4. Ia dapat meningkatkan mood dan menaikkan skala kegembiraan. Pelukan yang lama meningkatkan arus hormon serotonin dalam tubuh.
  5. Ia mampu melepaskan segala tekanan dan meregangkan otot. Ia dapat merangsang pengaliran darah ke sel-sel tubuh, sehingga bias mengurangi rasa sakit.
  6. Ia dapat mengimbangi system system syaraf. Pelukan dan Sentuhan merangsang kulit. Dengan itu berupaya meningkatkan kelembaban dan elektrisiti selalu merangsang keseimbangan sistem syaraf  parasimpatetik.
  7. Ia menanam sifat empati dan saling  memahami.  Tenaga yang terhasil antara ibu dan anak dapat memperbaiki dan meningkatkan komunikasi dan hubungan. Jika merasakan anak kurang memahami kita, peluklah dia selalu.
  8. Pelukan terhadap bayi dapat merangsang perkembangannya dengan lebih cepat. Anak yang jarang di peluk mempunyai tahap perkembangan berjalan, bercakap dan membaca sedikit lambat. Ayo… Peluk anak lebih banyak sekarang.
  9. Ia merangsang pengaliran darah. Pelukan ibu dapat menyehatkan jantung, mengurangkan tekanan darah tinggi, dan mengimbangi deguban jantung. Cuma dengan 10 kali pelukan setiap hari dapat mengubah tindak balas, blokimia dan fisiologi tubuh. Hebat kan???
  10. Ia meningkatkan IQ anak. Pelukan dan sentuhan merangsang pengaliran darah ke otak. Dengan itu bekalan oksigen dapat sampai ke otak utnuk mudah belajar, mudah faham, besar hati dan bagus mengawal fikirannya.
  11. Ia membantu mengawal emosi negatif. Anak akan belajar untuk lebih rasional, tidak mudah marah, lebih tenang, tidak mudah putus asa, tidak benci dan tidak mudah merasa gagal.
  12. Ia mengajar bagaimana untuk memberi dan menerima. Pelukan mendidik apa itu nilai kasih sayang dengan memberi, menerima dan saling berkongsi.

Selasa, 01 Maret 2016

KISAH CINTA SALMAN AL-FARISI

Sebuah kisah cinta menarik tercatat dalam sejarah hidup seorang shahabat Rasulullah, Salman Al-Farisi. Ia merupakan seorang mantan budak dari Isfahan Persia. Kisah cinta Salman terjadi saat ia tinggal di Madinah setelah menjadi muslim dan menjadi salah satu sahabat dekat Rasulullah.
Pada suatu waktu, Salman berkeinginan untuk menggenapkan dien dengan menikah. Selama ini, ia juga diam-diam menyukai seorang wanita salehah dari kalangan Anshar. Namun ia tak berani melamarnya. Sebagai seorang imigran, ia merasa asing dengan tempat tinggalnya, Madinah.
Bagaimana adat melamar wanita di kalangan masyarakat Madinah? Bagaimana tradisi Anshar saat mengkhitbah wanita? Demikian yang dipikirkan Salman. Ia tak tahu menahu mengenai budaya Arab. Tentu saja tak bisa sembarangan tiba-tiba datang mengkhitbah wanita tanpa persiapan matang.
Salman pun kemudian mendatangi seorang sahabatnya yang merupakan penduduk asli Madinah, Abu Darda’. Ia bermaksud meminta bantuan Abu Darda’ untuk menemaninya saat mengkhitbah wanita impiannya. Mendengarnya, Abu Darda’ pun begitu girang. “Subhanallah wa Alhamdulillah,” ujarnya begitu senang mendengar sahabatnya berencana untuk menikah. Ia pun memeluk Salman dan bersedia membantu dan mendukungnya.
Setelah beberapa hari mempersiapkan segala sesuatu, Salman pun mendatangi rumah sang gadis dengan ditemani Abu Darda’. Keduanya begitu gembira. Setiba di rumah wanita shalehah tersebut, keduanya pun diterima dengan baik oleh tuan rumah.
“Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman dari Persia. Allah telah memuliakan Salman dengan Islam. Salman juga telah memuliakan Islam dengan jihad dan amalannya. Ia memiliki hubungan dekat dengan Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam. Bahkan Rasulullah menganggapnya sebagai ahlu bait (keluarga) nya,” ujar Abu Darda’ menggunakan dialek bahasa Arab setempat dengan sangat lancar dan fasih.
“Saya datang mewakili saudara saya, Salman, untuk melamar putri anda,” lanjut Abu Darda’ kepada wali si wanita, menjelaskan maksud kedatangan mereka.
Mendengarnya, si tuan rumah merasa terhormat. Tentu saja, ia kedatangan dua orang sahabat Rasulullah yang utama. Salah satunya bahkan berkeinginan melamar putrinya. “Sebuah kehormatan bagi kami menerima sahabat Rasulullah yang mulia. Sebuah kehormatan pula bagi keluarga kami jika memiliki menantu dari kalangan shahabat,” ujar ayah si wanita.
Namun sang ayah tidaklah kemudian segera menerimanya. Seperti yang diajarkan Rasulullah, ia harus bertanya pendapat putrinya mengenai lamaran tersebut. Meski yang datang adalah seorang sahabat Rasul, sang ayah tetap meminta persetujuan sang putri.
“Jawaban lamaran ini merupakan hak putri kami sepenuhnya. Oleh karena itu, saya serahkan kepada putri kami,” ujarnya kepada Abu Darda’ dan Salman Al Farisi.
Sang tuan rumah pun kemudian memberikan isyarat kepada istri dan putrinya yang berada dibalik hijab. Rupanya, putrinya telah menanti memberikan pendapatnya mengenai pria yang melamarnya. Mewakili sang putri, ibunya pun berkata, “Mohon maaf kami perlu berterus terang,” ujarnya membuat Salman dan Abu Darda’ tegang menanti jawaban.
“Maaf atas keterusterangan kami. Putri kami menolak lamaran Salman,” jawab ibu si wanita tentu saja akan menghancurkan hati Salman. Namun Salman tegar.
Tak sampai disitu, sang ibunda melanjutkan jawaban putrinya, “Namun karena kalian berdua lah yang datang, dan mengharap ridha Allah, saya ingin menyampaikan bahwa putri kami akan menjawab iya jika Abu Darda’ memiliki keinginan yang sama seperti Salman,” kata ibu si wanita shalihah idaman Salman, wanita yang Salman inginkan untuk menjadi istrinya, wanita yang karenanya ia meminta bantuan Abu Darda’ untuk membantu pinangannya. Namun justru wanita itu memilih Abu Darda’, yang hanya menemani Salman.
Jika seperti pria pada umumnya, maka hati Salman pasti hancur berkeping-keeping. Ia akan merasakan patah hati yang teramat sangat. Namun Salman merupakan pria shaleh, seorang mulia dari kalangan shahabat Rasulullah. Dengan ketegaran hati yang luar biasa, ia justru menjawab, “Allahu akbar!” seru Salman girang.
Tak hanya itu, Salman justru menawarkan bantuan untuk pernikahan keduanya. Tanpa perasaan hati yang hancur, ia memberikan semua harta benda yang ia siapkan untuk menikahi si wanita itu. “Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan akan kuberikan semua kepada Abu Darda’. Aku juga akan menjadi saksi pernikahan kalian,” ujar Salman dengan kelapangan hati yang begitu hebat.
Demikian kisah cinta sahabat Rasulullah yang mulia, Salman Al Farisi. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kisah tersebut. Ketegaran hati Salman patut dijadikan uswah. Ia pun tak kecewa dengan apa yang belum ia miliki meski ia sangat menginginkannya. Semoga Allah meridhai Salman dan menempatkannya pada surga yang tertinggi.


Senin, 21 Desember 2015

15 MNAJEMEN HIDUP

1. MANUSIA yang paling berbahaya adalah “TUKANG GOSSIP”.
2. SENJATA yang paling berbahaya adalah ”LIDAH”.
3. KEBIASAAN yang paling merusak adalah ”KUATIR”.
4. PERASAAN yang paling tidak berguna adalah ”Tidak Percaya Diri”.
5. KEGAGALAN yang paling melumpuhkan adalah ”ALASAN” yang di ”BUAT - BUAT”.
6. KONDISI yang terburuk adalah Jika KITA tidak mempunyai ”HARAPAN”.
7. PAKAIAN yang paling indah di dunia adalah ”SENYUMAN”.
8. SUKACITA yang terbesar adalah ”BERAMAL”.
9. PEKERJAAN yang paling memuaskan adalah ”BERBUAT KEBAJIKAN”.
10. KOMPUTER yang paling hebat adalah ”PIKIRAN MANUSIA”.
11. ENERGI yang terbesar adalah dorongan ”SEMANGAT HIDUP”.
12. OBAT TIDUR yang paling mujarab adalah ”PIKIRAN” yang ”DAMAI”.
13. DUA KATA yang penuh kekuatan adalah "SAYA BISA".
14. Aset yang terbesar adalah "KEMULIAAN HATI.
15. Alat Komunikasi yang paling Hebat adalah "PIKIRAN BERSIH"

Minggu, 06 Desember 2015

Tips Mencari Jodoh Yang Soleh atau Soleha

Inilah 15 Rahasia Agar Jodoh Didekatkan oleh Allah. Ini adalah ikhtiar yg bisa dilakukan untuk mendekatkan pertolongan Tuhan. Yg jomblo, fokus ya
1. Taubati segala dosa. Bagaimana bisa satu waktu kau mengiba pada-Nya, tapi di waktu lain kau barengi dg aktifitas yg mendurhakai-Nya?
2. Siapkan ilmunya. Pingin naik haji, pelajari manasik haji. Pingin nikah, pelajari ilmunya. Tuhan akan mengabulkan hamba yg pantas menerima
3. Jemput. Bukan nunggu ilmu, tapi cari ilmu. Bukan nunggu rezeki, tapi jemput rezeki. Jodoh juga gitu. Bukan nunggu jodoh, tp jemput jodoh
4. Jodohmu cermin dirimu. Saat kau damba jodoh yg mulia, maka jangan menghinakan diri dg perbuatan yg tak pantas dilakukan orang yg mulia
5. Bermunajatlah pada-Nya, "Rabbii laa tadzarnii fardan.." (Tuhan, jangan biarkan aku sendiri). Kalo gak ngadu ke Tuhan, mau ke sapa lagi?
6. Rasulullah berkata, Tiga orang yg doanya pasti terkabulkan; Doa orang teraniaya, doa musafir, dan doa orang tua pada anaknya. Manfaatkan itu.
7. Doain temanmu. Doa muslim untuk saudaranya yg dilakukan tanpa sepengetahuan orang yg didoakannya, adalah doa yg akan dikabulkan Tuhan.
8. Luruskan niat. Nikah bukan hanya untuk meraih bahagia dunia, tapi lebih dari itu. Pernikahan muslim adalah ibadah yg mulia.
9. Sedekah. Ini mah gak usah ditanya lagi faedahnya. Segala masalah tuntas dg sedekah yg ikhlas. Dg sedekah, semua hajat bakal terkabul
10. Istikharahi. Berdoalah, Ya Allah, jika dia baik bagi agamaku, duniaku, akhiratku, tolong dekatkan hamba dg cara-Mu. Jika tidak, jauhkan.
11. Jangan malu minta bantu. Comblang itu halal, asal dg cara benar. Khadijah mendekati Muhammad saja dg perantara Maisaroh kan?
12. Tetaplah terhormat di masa penantian. Jomblo itu bukan aib. Jangan terpancing teman2mu yg mengisi penantian dg cara tak halal.
13. Tawakkal. Percayalah bahwa kalau memang jodoh nggak akan kemana. Kalo udah doa, udah usaha, ya udah, serahkan hasilnya pada Allah.
14. Jarang ada berlian di tempat sampah. Jemput jodoh baik di tempat baik2. Karena orang baik, lebih kerasan tinggal di komunitas yg baik.
15. Minta doa banyak orang, para sahabat, orang shalih, keluarga. Jangan malu. Kita tak tahu, dari doa yg mana pengabulan Tuhan itu datang.
Semoga dg ikhtiar itu, Allah mengkaruniaimu jodoh yg baik.

Rabu, 29 Juli 2015

๐Ÿ€ HIJRAH ๐Ÿ€

Sulit dan berat di awal
Tapi indah dan nikmat di akhir✨
Sahabat, akan kita temui banyak ujian dan cobaan di awal hijrah kita
Tapi jika kita mampu melaluinya, percayalah, sungguh indah dan nikmat
Janganlah sedikitpun ada keraguan untuk menjadi pribadi yang lebih baik
Janganlah terpaku pada kesalahan dan dosa mu pada masa lalu
Saat ini dan di masa mendatang, kau berhak menuliskan kebaikan pada buku kehidupanmu
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Jangan takut akan kehilangan orang-orang disekitarmu
Karena jika mereka memang baik bagimu, lihatlah siapa yang akan tetap bertahan
Lihatlah juga apa dampak dari hijrahmu, lalu bersyukurlah atasnya
Rasakan kenikmatan batiniyah mu karena mampu mengajak orang lain pada kebaikan.
Jangan pernah menyerah dalam menyerukan kebaikan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang๐Ÿ’–
Pastikan bahwa Allah senantiasa ada di hati kita. InsyaAllah๐Ÿ˜‡
Bukankah kita tidak mengetahui kapan ajal akan menjemput kita?
Apakah kita sudah siap dan mempersiapkan untuknya?๐Ÿ˜”
Semua memang membutuhkan proses
Proses membutuhkan waktu
Dan waktu kita tak banyak
Kalau tidak sekarang, kapan lagi?
Aku tak kehilangan keluarga & sahabat-sahabatku, justru bertambah
Aku berterimakasih pada para sahabatku yang tetap menjaga ukhuwah
Dan mulai berubah menjadi yang lebih baik pula
Semoga Allah senantiasa mencurahkan Karunia-Nya pada kita semua. Aamiin๐Ÿ˜‡๐Ÿ™๐Ÿ‘ผ

Senin, 29 Juni 2015

ANTARA 9 MIMPI NABI MUHAMMAD SAW

Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:
“Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan…. ….”
1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.
2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyeksakan, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.
3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.
4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikat Ahzab,tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.
5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya, ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.
6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan- kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil kekumpulanku seraya duduk disebelahku.
7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang – benderang.
8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidakpun membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.
9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya,maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

Minggu, 28 Juni 2015

Empat Tingkatan Dzikir Menurut Imam al-Ghazali


Jika ikan diibaratkan sebagai manusia, maka dzikir adalah airnya. Tanpa dzikir, manusia tak akan bisa hidup dengan baik, bahkan mati. Persis seperti matinya ikan jika tidak berada di dalam habitat air. Maka, kebutuhan manusia terhadap dzikir, sejatinya jauh lebih agung dari kebutuhan manusia kepada makan dan minum yang batas dominannya hanya kebutuhan fisik. Sayangnya, banyak yang lalai dan tak menyadari hal ini dengan baik.
Imam al-Ghazali sang Hujjatul Islam yang menulis Ihya’ ‘Ulumuddin nan monumental itu, membagi dzikir menjadi empat tingkatan. Masing-masing tingkatan memiliki ciri khas dan dihuni oleh orang dengan kualitas dzikir yang berbeda.
1. Tingkatan Shiddiqin
Mereka adalah kaum beriman yang tenggelam dalam ingatannya kepada Allah Ta’ala. Yang ada di pikiran dan hatinya hanyalah Allah Ta’ala. Maka, ia bebas dari jeratan dunia, nafsu, dan syahwat yang membinasakan. Mereka hanya membutuhkan dunia untuk sesuatu yang benar-benar darurat dan sesuai kebutuhannya, tidak berlebih-lebihan.
“Tidak akan sampai pada tingkatan ini,” tutur Imam al-Ghazali, “kecuali setelah seseorang menempuh riyadhah dan kesabaran dalam menjauhi hawa nafsu dalam waktu yang teramat lama.”
2. Tingkatan Haalikin
Mereka adalah orang-orang yang binasa. Mereka ditenggelamkan oleh kebutuhan dan segala hal terkait duniawi. Yang ada dipikirannya adalah dunia, harta, tahta, wanita, dan perhiasan nan melenakkan lainnya.
Alhasil, “Tak ada lagi kesempatan mengingat Allah Ta’ala, kecuali bisikan yang melintas di pikirannya.” Jika pun mereka melakukan dzikir dengan lisan, lanjut Imam al-Ghazali, “Ianya tidak dihayati oleh hati.”
3. Cenderung pada Agama
Kelompok ini memiliki kecenderungan yang sama; antara ingat kepada dunia dan akhirat (terkait agama). Hanya saja, ingatan mereka kepada agama lebih sering mendominasi. Dan karenanya, porsi dunia pun lebih sedikit, tetapi tetap ada.
Kelak, menurut Imam al-Ghazali, “Mereka akan diselamatkan, tetapi tergantung pada seberapa besar dan seringnya mereka dalam mengingat Allah Ta’ala.”
4. Cenderung pada Dunia
Inilah kebalikan dari golongan ketiga. Mereka memikirkan dunia dan agama. Tetapi dunia lebih memenuhi pikiran dan hatinya. Alhasil, dzikir kepada Allah Ta’ala pun tersingkirkan. Meski tidak hilang seutuhnya.
Sebab itulah, “Mereka akan tinggal di dalam neraka dalam waktu yang sangat lama.” Meskipun kelak, entah kapan, akan dikeluarkan dari neraka karena mereka masih mengingat Allah Ta’ala dalam beberapa masa hidupnya.
Tentu, kita berharap agar Allah Ta’ala kurniakan kekuatan sehingga kita layak menghuni tingkatan shiddiqin. Meski, kita memahami bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang mudah digapai. Allah… Allah… Allah…

BACAAN DZIKIR PAGI DAN PETANG

  ุงَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ّู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ ุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ุงู„ุฑَّุฌِูŠْู…ِ       *A'uudzu billaahi minas...